Minggu, 06 Maret 2022

Pertemuan yang didambakan

Mendamba Pertemuan

Jatah hidup manusia telah ditentukan sejak zaman azali, sebelum alam semesta diciptakan. Hanya Allah yang tahu kapan ajal itu akan datang. Jatah hidup manusia ibarat sebuah pelita yang diisi minyak, ada yang terisi penuh, ada yang terisi setengah, ada yang hanya terisi sangat sedikit bahkan kosong. Bila minyak itu habis maka apinya akan padam, begitulah gambaran jatah hidup manusia. Ada yang meninggal pada masa tua, masa remaja, saat masih dalam buaian, bahkan ada yang meninggal ketika masih di dalam kandungan tergantung jatah hidup yang diberikan.

Sebagian manusia seperti para nabi, ulama, dan orang-orang saleh dapat merasakan tanda-tanda kematian bila ajalnya akan datang dalam waktu dekat. Seperti seorang kakek yang pada pagi harinya keluar memperbaiki jembatan yang berada di depan rumahnya seraya mengatakan pada keluarganya nanti banyak tamu yang akan datang ke rumah, hanya dia sendiri yang paham dengan kata-kata itu. Sore harinya kakek itu meninggal dunia dan benar banyak tamu yang datang ke rumahnya untuk melayat.

Kematian bukanlah momok yang menakutkan bagi manusia, sebab kematian adalah ajang perjumpaan manusia dengan Tuhan yang menciptakannya. Kematian seharusnya menjadi momen yang paling dinanti-nantikan, layaknya seseorang yang sangat rindu bertemu kekasihnya tentu ia sangat mendambakan pertemuan itu. Rasulullah saw. pernah didatangi Malaikat untuk ditawarkan kehidupan abadi sepanjang masa agar tetap membimbing umatnya atau kematian yang akan mempertemukannya dengan Allah swt. ternyata beliau lebih memilih bertemu dengan sang maha pencipta karena pertemuan dengan Allah adalah tujuan inti dari kehidupan ini.

Diriwayatkan dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang senang bertemu Allah maka Allah juga senang bertemu dengannya. Dan siapa yang benci bertemu Allah maka Allah juga akan benci bertemu dengannya”. (HR. Ahmad)

Tapi yang kita jumpai hari ini kematian menjadi momok yang sangat menakutkan bagi manusia, karena dari awal kita sudah ditakut-takuti dengan kematian. Kematian digambarkan sebagai akhir dari kehidupan, kematian dikatakan mengakibatkan rasa yang sangat sakit bagi tubuh, belum lagi kematian dikaitkan dengan siksa-siksa kubur yang akan dihadapi manusia.

Kematian tidaklah menakutkan, kematian adalah momen saat ruh manusia berjumpa dengan sang pencipta. Setiap hari kita sudah terlatih menghadapi kematian yaitu dengan tidur. Tidur tidak jauh berbeda dengan kematian, tidur adalah saat ruh keluar dari dalam tubuh untuk kembali kepada Tuhan, begitu pula saat kematian ruh akan kembali kepada Tuhan sedangkan tubuh ditinggalkan terkubur di dalam tanah. Allah telah menciptakan suatu alam di mana semua ruh berkumpul. Sehingga tak jarang orang yang tidur bermimpi bertemu keluarganya yang sudah lebih dulu meninggal dunia, karena ruh mereka bertemu di satu tempat.

Saat tidur ruh akan keluar dari tubuh, ibarat orang yang menerbangkan layangan ke angkasa dengan tali sebagai penghubung antara layangan dan pemiliknya. Selama tali itu masih ada layangan akan kembali pada pemiliknya. Begitulah ruh yang keluar dari jasad tatkala tidur, ia akan kembali ke mana pangkal tali itu berada, bila tali itu putus maka ruh tidak tahu ke mana akan kembali di saat itulah tubuh manusia menemui kematian karena terpisah dengan ruh yang menggerakkannya. Tali yang menghubungkan antara ruh dengan tubuh itu di sebut dengan silver cord atau yang disebut dengan istilah anfus oleh Sunan Kalijaga.

Allah berfirman dalam QS. Az-Zumar (39): 42,.Allah memegang nyawa (seseorang) saat kematiannya dan (memegang) nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur, maka dia tahan nyawa (orang) yang telah dia tetapkan kematiannya dan dia melepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir”.


Sumber gambar: popmama.com

Lalu apa yang kita takutkan dari kematian, siksa kubur, atau siksa neraka? Benarkah adanya siksa kubur, dalam Al-Qur’an dan hadis tidak ada yang menjelaskan secara gamblang tentang siksa kubur. Kubur merupakan masa penantian sebelum manusia dibangkitkan kembali di hari akhirat. Orang tidur hampir sama dengan orang yang mati, kita tidak merasakan apa pun tatkala tidur sekalipun kita digigit semut dan nyamuk selama ruh belum kembali ke tubuh. Dalam kubur pun demikian, ruh akan kembali kepada Allah, sedangkan yang terbaring di tanah hanyalah tubuh  yang membusuk, hancur, lalu dimakan ulat dan binatang yang ada di tanah, sebab tubuh tak lagi bernafas dan darah tak lagi mengalir. Apakah siksa kubur seperti jasad yang ditolak tanah, tubuh yang dihimpit tanah sebagaimana yang ditayangkan dalam film-film religi benar adanya, wallahu a’lam.

Jumat, 04 Maret 2022

Pertolongan tangan ghaib pada jalan meraih mimpi

Tangan-tangan Ghaib

Manusia di zaman ini sudah semakin jauh dari tuntunan agama dan semakin lalai mengingat Tuhan, kebiasaan buruk ini semakin menjamur dalam kehidupan manusia modern yang semakin sibuk dengan urusan dunia. Manusia giat bekerja siang dan malam banting tulang kesana kemari. Mereka yakin kerja kerasnya akan membawa kebahagiaan dalam kehidupan. Bekerja keras itu memang anjuran agama, namun yang menjadi letak kekeliruannya, mereka melupakan Tuhan.

Nabi Muhammad saw pernah mewasiatkan, "Mu'min yang kuat lebih baik dan lebih Allah cintai ketimbang mu'min yang lemah". (HR. Muslim)

Kata lemah di sini mencakup lemah harta -malas bekerja-, lemah ilmu -malas belajar-, dan lemah iman -mudah terombang ambing hasrat dunia-. Bekerja keras adalah anjuran agama, tapi jangan sampai kita melupakan sang maha pemberi rizki. Apapun yang kita dapatkan bukan semata-mata karena jerih payah kita sendiri.

Bukankah kita meyakini semua cita-cita, harapan dan takdir kita telah digoreskan dalam garis-garis yang tertulis di telapak tangan. Dengan membaca dan memahami simbol yang terdapat dalam garis telapak tangan itu kita bisa mengetahui bagaimana gambaran takdir dalam diri kita. Coba kepalkan tangan anda! Tidak semua garis itu bisa anda genggam, itu menandakan ada tangan-tangan ghaib yang membantu kita dalam proses meraih semua cita-cita dan harapan. Tang-tangan ghaib itu adalah pertolongan dari sang maha kuasa, Ia akan membukakan jalan dan mengirimkan orang-orang yang membantu kita meraih mimpi.

Picture by: Rizqon Alkhawarizmi

Siapa yang tidak kenal dengan Sandiaga Uno, pengusaha yang pernah mencalonkan diri sebagai wakil presiden RI ini ternyata adalah seorang miliarder. Majalah Internasional menobatkannya sebagai orang kaya nomor 29 di Indonesia dengan kekayaan mencapai Rp. 800 Miliar. Tapi jarang yang tahu Sandi sosok pria yang religius. Ia merutinkan shalat tahajjud, shalat dhuha, serta puasa Dawud selama bertahun-tahun.

Anda tahu Purdi E. Chandra? Dia adalah pendiri LBB Prima Gama. Dalam suatu seminar 'Cara Gila Jadi Pengusaha', Purdi sempat ditanya salah satu peserta seminar tentang menyikapi kegagalan berwira usaha. Jawabannya bikin saya kaget. "Sebenarnya nggak ada itu gagal dalam usaha. Kalau kita gagal, biasanya itu karena kurang sedekah". 😁

Anda pasti tidak asing dengan Stephan R. Covey, penulis buku 7 Habits dan The 8 Habits. Tapi jarang yang tahu ternyata Covey dan keluarganya adalah para pejuang gereja yang tangguh. Bahkan karena keseriusannya ia digelari 'Misionaris Elang Botak'.

Ada begitu banyak orang yang meraih sukses dalam hidup ternyata adalah para penganut agama yang taat. Tuhan tidak hanya memberikan kecukupan harta, tapi juga ketentraman jiwa. Memiliki harta melimpah ruah namun tidak disandingkan dengan ketentraman jiwa, hanya menjadi derita. Oleh karenanya jangan enggan mendekatkan diri pada zat yang melimpahkan rezeki, jangan lalai melakukan perintahnya. Bukan hanya melaksanakan yang wajib saja juga dilengkapi amalan sunnah lainnya.

Mungkin anda mengenal Chester Bennington, vokalis band Linkin Park. Dalam sebuah berita dia dikisahkan meninggal dunia karena gantung diri di kediamannya, padahal namanya berada di antara deretan orang terkaya di dunia. Entah apa yang menyebabkan musisi ini mengakhiri hidupnya dengan jalan tidak bermoral. Diceritakan juga ia mengalami stres berat dalam hidup.

Sebagai orang beriman, mari kita senantiasa mengingat Tuhan dalam setiap langkah dan tujuan. Sekuat apapun kita berusaha jika tanpa pertolongannya kita tidak ada apa-apanya di muka bumi. Semoga kita termasuk orang yang senantiasa ingat kepadanya, istiqomah melaksanakan perintahnya dan tekun mengabdi kepadanya. Amiin. 

Rabu, 02 Maret 2022

Menemukan jati diri - Hidup sebentar, Fokus, Jadi orang hebat

 

Hidup Sebentar, Fokus, Jadi Orang Hebat

"Anda tidak dapat mengajarkan sesuatu kepada seseorang. Anda hanya dapat membantu orang itu menemukan sesuatu dalam dirinya

-Galileo Galilea-

___________________________

Setiap orang diciptakan sangat spesial olehnya, setiap orang memiliki kelebihan dalam dirinya. Terkadang ada yang menemukannya dalam usia muda namun ada juga yang menyadarinya pada masa tua. Karena itu pada dasarnya semua manusia adalah pintar, hanya saja yang sering menjadi permasalahan adalah kita belum menemukan di mana skill yang kita miliki.

Sampai sekitar tahun 80-an orang-orang masih meyakini kecerdasan itu murni datang dari keturunan, namun setelahnya berbagai penelitian membuktikan kecerdasan seseorang ternyata sangat dipengaruhi kebiasaan dan lingkungan. Kebiasaan hari ini menentukan seperti apa kita di masa mendatang. Petuah bijak mengatakan:

"Masa depan bukan ditentukan oleh tindakan anda pada masa lalu, namun masa depan ditentukan oleh tindakan anda hari ini".

Sekali lagi semua orang itu pintar, tidak ada orang yang bodoh. Setiap orang memiliki bakat dan skill yang berbeda, apa jadinya jika seorang Valentino Rossi mengikuti lomba memasak, saya yakin hasilnya tidak sebaik jika dia bertanding di arena balap, bahkan mungkin jauh lebih buruk dari itu. Salah satu cara menemukan skill yang kita miliki adalah dengan banyak membaca. Dari berbagai bacaan itu kita mendapat petunjuk di mana skill kita yang telah ditentukan Tuhan sebelum kita dilahirkan, kita bisa belajar dari pengalaman orang-orang yang namanya tercatat dalam lembar-lembar sejarah. Kita bisa mengetahui bagaimana proses mereka menemukan skill hebat yang ada dalam diri mereka.

Jika anda telah menemukan skill itu, fokuslah disana. Bruce Lee seorang ahli bela diri dunia mengatakan:

"Aku lebih khawatir menghadapai seseorang yang melatih 1 tendangan sebanyak 1000 kali ketimbang yang melatih 1000 tendangan dalam sekali latihan".

Begitulah tekniknya, jika anda ingin hebat pada suatu bidang fokuslah di sana, sebab sulit sekali orang bisa perfect di berbagai bidang dalam waktu yang singkat. Hidup hanya sebentar maka manfaatkan waktu yang singkat ini, jangan meyia-nyiakan waktu dengan hal-hal yang tidak mendukung skill anda. Cobalah untuk mulai membuat tabel prioritas, urutkan mana saja aktivitas yang akan menghebatkan skill anda, lalu di lanjutkan dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Picture by: Dani Rival Rifkian Maulana

Salah satu contoh jika skill anda adalah menulis, maka perbanyaklah membaca, ikutilah seminar-seminar kepenulisan, dan sering-seringlah mengikuti ajang lomba menulis yang beredar di instagram, facebook dan media sosial lainnya.

Dan jika skill anda adalah bisnis, mulailah untuk melakukannya dari sekarang. Meski pun anda masih menjadi seorang pelajar, manfaatkan masa-masa ini untuk membuka jaringan bisnis, perbanyaklah teman agar suatu saat nanti kalian bisa melakukan kerjasama yang baik.

Dan jika skill anda adalah dalam kepemimpinan, ikutilah kegiatan-kegiatan organisasi sekolah seperti OSIS dan BEM bagi anda yang duduk di bangku perkuliahan, bukan hanya sekedar ikut-ikutan tapi aktif dan totalitaslah di sana. Perbanyaklah mengikuti seminar kepemimpinan seperti MOK (Manajemen Organisasi Kepemimpinan), LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) dan masih banyak lainnya.