Minggu, 06 Maret 2022

Pertemuan yang didambakan

Mendamba Pertemuan

Jatah hidup manusia telah ditentukan sejak zaman azali, sebelum alam semesta diciptakan. Hanya Allah yang tahu kapan ajal itu akan datang. Jatah hidup manusia ibarat sebuah pelita yang diisi minyak, ada yang terisi penuh, ada yang terisi setengah, ada yang hanya terisi sangat sedikit bahkan kosong. Bila minyak itu habis maka apinya akan padam, begitulah gambaran jatah hidup manusia. Ada yang meninggal pada masa tua, masa remaja, saat masih dalam buaian, bahkan ada yang meninggal ketika masih di dalam kandungan tergantung jatah hidup yang diberikan.

Sebagian manusia seperti para nabi, ulama, dan orang-orang saleh dapat merasakan tanda-tanda kematian bila ajalnya akan datang dalam waktu dekat. Seperti seorang kakek yang pada pagi harinya keluar memperbaiki jembatan yang berada di depan rumahnya seraya mengatakan pada keluarganya nanti banyak tamu yang akan datang ke rumah, hanya dia sendiri yang paham dengan kata-kata itu. Sore harinya kakek itu meninggal dunia dan benar banyak tamu yang datang ke rumahnya untuk melayat.

Kematian bukanlah momok yang menakutkan bagi manusia, sebab kematian adalah ajang perjumpaan manusia dengan Tuhan yang menciptakannya. Kematian seharusnya menjadi momen yang paling dinanti-nantikan, layaknya seseorang yang sangat rindu bertemu kekasihnya tentu ia sangat mendambakan pertemuan itu. Rasulullah saw. pernah didatangi Malaikat untuk ditawarkan kehidupan abadi sepanjang masa agar tetap membimbing umatnya atau kematian yang akan mempertemukannya dengan Allah swt. ternyata beliau lebih memilih bertemu dengan sang maha pencipta karena pertemuan dengan Allah adalah tujuan inti dari kehidupan ini.

Diriwayatkan dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang senang bertemu Allah maka Allah juga senang bertemu dengannya. Dan siapa yang benci bertemu Allah maka Allah juga akan benci bertemu dengannya”. (HR. Ahmad)

Tapi yang kita jumpai hari ini kematian menjadi momok yang sangat menakutkan bagi manusia, karena dari awal kita sudah ditakut-takuti dengan kematian. Kematian digambarkan sebagai akhir dari kehidupan, kematian dikatakan mengakibatkan rasa yang sangat sakit bagi tubuh, belum lagi kematian dikaitkan dengan siksa-siksa kubur yang akan dihadapi manusia.

Kematian tidaklah menakutkan, kematian adalah momen saat ruh manusia berjumpa dengan sang pencipta. Setiap hari kita sudah terlatih menghadapi kematian yaitu dengan tidur. Tidur tidak jauh berbeda dengan kematian, tidur adalah saat ruh keluar dari dalam tubuh untuk kembali kepada Tuhan, begitu pula saat kematian ruh akan kembali kepada Tuhan sedangkan tubuh ditinggalkan terkubur di dalam tanah. Allah telah menciptakan suatu alam di mana semua ruh berkumpul. Sehingga tak jarang orang yang tidur bermimpi bertemu keluarganya yang sudah lebih dulu meninggal dunia, karena ruh mereka bertemu di satu tempat.

Saat tidur ruh akan keluar dari tubuh, ibarat orang yang menerbangkan layangan ke angkasa dengan tali sebagai penghubung antara layangan dan pemiliknya. Selama tali itu masih ada layangan akan kembali pada pemiliknya. Begitulah ruh yang keluar dari jasad tatkala tidur, ia akan kembali ke mana pangkal tali itu berada, bila tali itu putus maka ruh tidak tahu ke mana akan kembali di saat itulah tubuh manusia menemui kematian karena terpisah dengan ruh yang menggerakkannya. Tali yang menghubungkan antara ruh dengan tubuh itu di sebut dengan silver cord atau yang disebut dengan istilah anfus oleh Sunan Kalijaga.

Allah berfirman dalam QS. Az-Zumar (39): 42,.Allah memegang nyawa (seseorang) saat kematiannya dan (memegang) nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur, maka dia tahan nyawa (orang) yang telah dia tetapkan kematiannya dan dia melepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir”.


Sumber gambar: popmama.com

Lalu apa yang kita takutkan dari kematian, siksa kubur, atau siksa neraka? Benarkah adanya siksa kubur, dalam Al-Qur’an dan hadis tidak ada yang menjelaskan secara gamblang tentang siksa kubur. Kubur merupakan masa penantian sebelum manusia dibangkitkan kembali di hari akhirat. Orang tidur hampir sama dengan orang yang mati, kita tidak merasakan apa pun tatkala tidur sekalipun kita digigit semut dan nyamuk selama ruh belum kembali ke tubuh. Dalam kubur pun demikian, ruh akan kembali kepada Allah, sedangkan yang terbaring di tanah hanyalah tubuh  yang membusuk, hancur, lalu dimakan ulat dan binatang yang ada di tanah, sebab tubuh tak lagi bernafas dan darah tak lagi mengalir. Apakah siksa kubur seperti jasad yang ditolak tanah, tubuh yang dihimpit tanah sebagaimana yang ditayangkan dalam film-film religi benar adanya, wallahu a’lam.

Jumat, 04 Maret 2022

Pertolongan tangan ghaib pada jalan meraih mimpi

Tangan-tangan Ghaib

Manusia di zaman ini sudah semakin jauh dari tuntunan agama dan semakin lalai mengingat Tuhan, kebiasaan buruk ini semakin menjamur dalam kehidupan manusia modern yang semakin sibuk dengan urusan dunia. Manusia giat bekerja siang dan malam banting tulang kesana kemari. Mereka yakin kerja kerasnya akan membawa kebahagiaan dalam kehidupan. Bekerja keras itu memang anjuran agama, namun yang menjadi letak kekeliruannya, mereka melupakan Tuhan.

Nabi Muhammad saw pernah mewasiatkan, "Mu'min yang kuat lebih baik dan lebih Allah cintai ketimbang mu'min yang lemah". (HR. Muslim)

Kata lemah di sini mencakup lemah harta -malas bekerja-, lemah ilmu -malas belajar-, dan lemah iman -mudah terombang ambing hasrat dunia-. Bekerja keras adalah anjuran agama, tapi jangan sampai kita melupakan sang maha pemberi rizki. Apapun yang kita dapatkan bukan semata-mata karena jerih payah kita sendiri.

Bukankah kita meyakini semua cita-cita, harapan dan takdir kita telah digoreskan dalam garis-garis yang tertulis di telapak tangan. Dengan membaca dan memahami simbol yang terdapat dalam garis telapak tangan itu kita bisa mengetahui bagaimana gambaran takdir dalam diri kita. Coba kepalkan tangan anda! Tidak semua garis itu bisa anda genggam, itu menandakan ada tangan-tangan ghaib yang membantu kita dalam proses meraih semua cita-cita dan harapan. Tang-tangan ghaib itu adalah pertolongan dari sang maha kuasa, Ia akan membukakan jalan dan mengirimkan orang-orang yang membantu kita meraih mimpi.

Picture by: Rizqon Alkhawarizmi

Siapa yang tidak kenal dengan Sandiaga Uno, pengusaha yang pernah mencalonkan diri sebagai wakil presiden RI ini ternyata adalah seorang miliarder. Majalah Internasional menobatkannya sebagai orang kaya nomor 29 di Indonesia dengan kekayaan mencapai Rp. 800 Miliar. Tapi jarang yang tahu Sandi sosok pria yang religius. Ia merutinkan shalat tahajjud, shalat dhuha, serta puasa Dawud selama bertahun-tahun.

Anda tahu Purdi E. Chandra? Dia adalah pendiri LBB Prima Gama. Dalam suatu seminar 'Cara Gila Jadi Pengusaha', Purdi sempat ditanya salah satu peserta seminar tentang menyikapi kegagalan berwira usaha. Jawabannya bikin saya kaget. "Sebenarnya nggak ada itu gagal dalam usaha. Kalau kita gagal, biasanya itu karena kurang sedekah". 😁

Anda pasti tidak asing dengan Stephan R. Covey, penulis buku 7 Habits dan The 8 Habits. Tapi jarang yang tahu ternyata Covey dan keluarganya adalah para pejuang gereja yang tangguh. Bahkan karena keseriusannya ia digelari 'Misionaris Elang Botak'.

Ada begitu banyak orang yang meraih sukses dalam hidup ternyata adalah para penganut agama yang taat. Tuhan tidak hanya memberikan kecukupan harta, tapi juga ketentraman jiwa. Memiliki harta melimpah ruah namun tidak disandingkan dengan ketentraman jiwa, hanya menjadi derita. Oleh karenanya jangan enggan mendekatkan diri pada zat yang melimpahkan rezeki, jangan lalai melakukan perintahnya. Bukan hanya melaksanakan yang wajib saja juga dilengkapi amalan sunnah lainnya.

Mungkin anda mengenal Chester Bennington, vokalis band Linkin Park. Dalam sebuah berita dia dikisahkan meninggal dunia karena gantung diri di kediamannya, padahal namanya berada di antara deretan orang terkaya di dunia. Entah apa yang menyebabkan musisi ini mengakhiri hidupnya dengan jalan tidak bermoral. Diceritakan juga ia mengalami stres berat dalam hidup.

Sebagai orang beriman, mari kita senantiasa mengingat Tuhan dalam setiap langkah dan tujuan. Sekuat apapun kita berusaha jika tanpa pertolongannya kita tidak ada apa-apanya di muka bumi. Semoga kita termasuk orang yang senantiasa ingat kepadanya, istiqomah melaksanakan perintahnya dan tekun mengabdi kepadanya. Amiin. 

Rabu, 02 Maret 2022

Menemukan jati diri - Hidup sebentar, Fokus, Jadi orang hebat

 

Hidup Sebentar, Fokus, Jadi Orang Hebat

"Anda tidak dapat mengajarkan sesuatu kepada seseorang. Anda hanya dapat membantu orang itu menemukan sesuatu dalam dirinya

-Galileo Galilea-

___________________________

Setiap orang diciptakan sangat spesial olehnya, setiap orang memiliki kelebihan dalam dirinya. Terkadang ada yang menemukannya dalam usia muda namun ada juga yang menyadarinya pada masa tua. Karena itu pada dasarnya semua manusia adalah pintar, hanya saja yang sering menjadi permasalahan adalah kita belum menemukan di mana skill yang kita miliki.

Sampai sekitar tahun 80-an orang-orang masih meyakini kecerdasan itu murni datang dari keturunan, namun setelahnya berbagai penelitian membuktikan kecerdasan seseorang ternyata sangat dipengaruhi kebiasaan dan lingkungan. Kebiasaan hari ini menentukan seperti apa kita di masa mendatang. Petuah bijak mengatakan:

"Masa depan bukan ditentukan oleh tindakan anda pada masa lalu, namun masa depan ditentukan oleh tindakan anda hari ini".

Sekali lagi semua orang itu pintar, tidak ada orang yang bodoh. Setiap orang memiliki bakat dan skill yang berbeda, apa jadinya jika seorang Valentino Rossi mengikuti lomba memasak, saya yakin hasilnya tidak sebaik jika dia bertanding di arena balap, bahkan mungkin jauh lebih buruk dari itu. Salah satu cara menemukan skill yang kita miliki adalah dengan banyak membaca. Dari berbagai bacaan itu kita mendapat petunjuk di mana skill kita yang telah ditentukan Tuhan sebelum kita dilahirkan, kita bisa belajar dari pengalaman orang-orang yang namanya tercatat dalam lembar-lembar sejarah. Kita bisa mengetahui bagaimana proses mereka menemukan skill hebat yang ada dalam diri mereka.

Jika anda telah menemukan skill itu, fokuslah disana. Bruce Lee seorang ahli bela diri dunia mengatakan:

"Aku lebih khawatir menghadapai seseorang yang melatih 1 tendangan sebanyak 1000 kali ketimbang yang melatih 1000 tendangan dalam sekali latihan".

Begitulah tekniknya, jika anda ingin hebat pada suatu bidang fokuslah di sana, sebab sulit sekali orang bisa perfect di berbagai bidang dalam waktu yang singkat. Hidup hanya sebentar maka manfaatkan waktu yang singkat ini, jangan meyia-nyiakan waktu dengan hal-hal yang tidak mendukung skill anda. Cobalah untuk mulai membuat tabel prioritas, urutkan mana saja aktivitas yang akan menghebatkan skill anda, lalu di lanjutkan dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Picture by: Dani Rival Rifkian Maulana

Salah satu contoh jika skill anda adalah menulis, maka perbanyaklah membaca, ikutilah seminar-seminar kepenulisan, dan sering-seringlah mengikuti ajang lomba menulis yang beredar di instagram, facebook dan media sosial lainnya.

Dan jika skill anda adalah bisnis, mulailah untuk melakukannya dari sekarang. Meski pun anda masih menjadi seorang pelajar, manfaatkan masa-masa ini untuk membuka jaringan bisnis, perbanyaklah teman agar suatu saat nanti kalian bisa melakukan kerjasama yang baik.

Dan jika skill anda adalah dalam kepemimpinan, ikutilah kegiatan-kegiatan organisasi sekolah seperti OSIS dan BEM bagi anda yang duduk di bangku perkuliahan, bukan hanya sekedar ikut-ikutan tapi aktif dan totalitaslah di sana. Perbanyaklah mengikuti seminar kepemimpinan seperti MOK (Manajemen Organisasi Kepemimpinan), LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) dan masih banyak lainnya.

Senin, 27 September 2021

Bacalah, hidupmu akan berubah selangkah lebih baik

SELANGKAH LEBIH BAIK

Allah maha pengasih namun tidak pernah pilih kasih, sifat pengasih-Nya merata bagi seluruh umat manusia selama mereka melakukan apa yang diperintah-Nya. Adakah satu janji Allah yang diingkari? Tidak ada, apapun yang Ia janjikan pada manusia tidak peduli muslim atau nonmuslim pasti ditepati.

Tentu kamu pernah mendengar salah satu janji Allah tentang kemuliaan orang berilmu yang tercantum dalam Al-Qur’an yang artinya:

"Allah meninggikan orang beriman dan berilmu beberapa derajat". (Q.S Al-Mujadalah:11)

Menurut kutipan ayat di atas ada dua syarat seseorang diangkat derajatnya, pertama bila mereka beriman dan kedua bila memiliki ilmu. Pernahkan kamu memperhatikan Negara Jepang, Jepang memang bukan negara dengan  mayoritas penduduk beragama Islam, namun Jepang sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, jadi wajar saja jika Allah muliakan mereka dengan sebab tingginya pengetahuan mereka.

Hal itu menjadi salah satu bukti janji Allah merata bagi setiap manusia selama mereka mau melaksanakan perintahnya. Kita menyadari mayoritas orang Jepang tidak melakukan perintah yang pertama yaitu beriman, tapi mereka totalitas melakukan perintah yang kedua yaitu menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Pantas saja negara mereka maju dan makmur karena mendapat balasan dari janji Allah yaitu meninggikan derajat orang yang berilmu dan menjujnjung tinggi ilmu pengetahuan.

Orang yang banyak membaca cenderung lebih terampil dalam mengatur hidup, dengan pengetahuan yang mereka dapatkan dari banyak membaca akan melahirkan inovasi untuk terus mengembangakn diri. Dalam ayat lain juga dikatakan:

“Allah tidak akan pernah merubah kondisi suatu bangsa sebelum mereka merubah diri sendiri”.

Bagaimana seseorang bisa berubah jika tidak tahu cara melakukan perubahan? Bagaimana seseorang bisa menuntun hidup menuju arah kemajuan jika tidak tahu langkah yang harus ditempuh? Tentu saja salah satu trik jitunya dengan banyak membaca, seperti membaca kisah orang-orang hebat dan inspiratif dari seluruh dunia. Dengan begitu kamu bisa mengambil pelajaran bagaimana langkah-langkah memulai suatu perubahan.

Download from Facebook: LaLu

Orang bijak mengatakan "Experience is the best teacher - Pengalaman adalah guru terbaik". Banyak jalan yang bisa dilalui agar kamu memperoleh banyak pengalaman, baik dengan mencoba melakukannya sendiri maupun melalui membaca kisah orang lain. Beragam buku yamg beredar di pasaran maupun buku yang berjejer di lemari perpustakaan menyediakan ribuan kisah inspiratif orang-orang yang berubah dengan sebab banyak membaca. Edward Bok misalnya, hidupnya berubah total setelah membaca buku tebal berjudul Ensiklopedi Biografi Amerika. Thomas Alfa Edison kariernya berubah pesat setelah membaca buku Ikhtisar Filosofi Alamiah dan Eksperimental, Prof. Dr. Ashar Sunyoto juga mulai mengubah hidupnya setelah banyak membaca buku dongeng karya Karl May, Dik Trom, Pil Tje Bal dan lainnya.

 

Terkadang ada beberapa orang yang suka membaca buku tapi tidak terlihat perubahan signifikan dalam hidupnya. Orang semacam ini biasanya mengalami perubahan pada pengetahuan dan wawasannya. Kehidupannya tampak biasa-biasa saja seperti kebanyakan orang lain. Namun yang membedakan adalah cara berfikirnya, mereka cenderung berfikir lebih dewasa, kreatif, dan inovatif. Gaya berfikirnya akan tampak melalui perilaku, kesehariannya bersama masyarakat, kepeduliannya terhadap sekitar dan tentu saja melalui budi pekertinya yang luhur.

Kamis, 23 September 2021

3 Macam sabar menurut ulama' dan kisah inspiratif orang-orang yang sabar - sabar dalam ketaatan, sabar dari dosa, dan sabar ketika ditimpa musibah


MACAM-MACAM SABAR

 

وَ لَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْئٍ مِنَ الْخَوْفِ وَ الْجُوْعِ وَ نَقْسٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَ الْأَنْفُسِ وَ السَّمَرَاتِ وَ بَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ ۝

Artinya:

“Dan sungguh kami akan memberikanmu cobaan berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, hilangnya jiwa, dan kurangnya buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira bagi orang yang sabar”. (Q.S. Al-Baqarah: 155)

Dalam kutipan firman di atas, Allah menyebutkan ada berita gembira bagi mereka yang sabar, sebagai tanda adanya balasan bagi mereka yang sabar baik di dunia lebih-lebih di akhirat kelak.

Sabar adalah kata yang mudah di ucapkan akan tetapi sangat berat dalam pelaksanaannya. Sering sekali kita menasihati kata sabar pada orang lain yang sedang di timpa musibah namun sering kali malah kita yang tidak mampu bersabar tatkala di posisi mereka.

Perlu diketahui, sabar bukan saja berlaku ketika ditimpa musibah saja, sabar memiliki implikasi yang luas. Karena itu sebagian ulama mengklasifikasi sabar menjadi 3 macam.

1.      Sabar dalam ketaatan

Selalu sabar dalam ketaatan bisa berupa sabar saat ibadah, sabar dalam menuntut ilmu, sabar dalam bekerja, dan sabar dalam menjalankan segala perintah Allah.

Download from Facebook: Boril

Dalam sebuah Israiliyat (dongeng Bani Israil), dikishkan ada seorang ahli ibadah yang bernama Barshisho, saking tekunnya ibadah ia mendapatkan kemuliaan bisa berjalan di atas awan. Namun pada suatu hari terbesit dalam hatinya ingin melakukan dosa karena ia merasa sudah sangat banyak ibadah yang dikerjakan sampai-sampai merasa bosan dan sesekali ingin mencoba melakukan maksiat. 

Hingga pada suatu hari ia didatangi seorang pengelana dengan pakaian rapi dan memukau, orang itu meminta izin tinggal beberapa hari di rumah Barshisho sebelum melanjutkan perjalanan. Singkatnya Barshisho mengizinkan, dan dilihatnya sang tamu terus-terusan ibadah tanpa henti. Pagi, siang, sore, dan malam pekerjaan tamu itu hanya ibadah, Barshisho pun terkagum-kagum lalu memberanikan diri bertanya.

“Apa motivasi kamu beribadah sekhusyuk ini?” Tanya barshisho

“Aku bisa seperti karena teringat kesalahan-kesalahan yang pernah aku lakukan di masa lalu”. Jawab si pengelana

“Lalu kesalahan apa yang pernah Kamu lakukan?”

“Dulu Aku pernah berzina, apa kamu pernah melakukan kesalahan besar seperti itu”

“Tidak” Jawab Barshisho seraya mengangguk.

“Pantas saja ibadahmu biasa saja”

“Tapi mustahil aku bisa melakukan itu, sejauh ini aku tidak pernah mengenal wanita”

“Kalau begitu cobalah kamu membunuh orang”

“Tidak mungkin juga, karena aku bukanlah lelaki perkasa”

“Kalau begitu cobalah kamu mabuk”

Barshisho berpikir sejenak, lalu mengatakan “Rasanya ini lebih mudah”.

Kemudian mereka berdua datang ke sebuah tempat hiburan untuk membeli sebotol anggur. Tak lama kemudian Barshisho mabuk sampai tak terkendali, dia melihat pelayan wanita yang berada di tempat itu, seketika timbul hasrat birahi di dalam hatinya. Ia pun memperkosa wanita itu, dan karena khawatir perbuatannya diketahui orang lain akhirnya ia juga membunuhnya.

Begitulah akhir dari orang yang tidak sabar beribadah kepada Allah. Seharusnya kita tetap sabar apa pun bentuk godaannya. Cerita itu menggambarkan mereka yang terkenal saleh namun masih tidak sabar dalam ketaatan, lalu bagaimana dengan kita yang ibadahnya masih pengekor, akhlaknya masih kotor dan imannya masih kendor. 

2.      Sabar dari maksiat

Berarti tidak tergiur melakukan dosa tatkala sendiri maupun saat bersama orang lain, saat sempit maupun saat ada kesempatan. Sabar tidak korupsi, sabar tidak berlaku zalim, sabar tidak melakukan kecurangan, sabar tidak melakukan zina, sabar tidak memakan dan meminum barang yang haram, dan sabar tidak melanggar segala larangan Allah.

Di masa sekarang ini, banyak sekali orang yang kita saksikan sebagai orang baik, saleh, dan taat beragama malah ditemukan melakukan penyelewengan. Itu bisa saja terjadi, bahkan bagi orang yang tidak terbesit keinginan dalam hatinya melakukan kejahatan, namun rasa itu bisa saja tiba-tiba hadir karena adanya kesempatan.

Amat berat menghindari diri dari zina jika sudah disediakan wanita di depan mata, amat berat bagi kita menghindar dari korupsi bila milyaran uang sudah dalam genggaman. Sulit sekali kita menjadi seperti Nabi Yusuf yang tetap tegar dan terhindar dari dosa tatkala Zulaiha menggoda, padahal Zulaiha adalah wanita cantik jelita apalagi di tempat itu hanya ada mereka berdua.

Amat sulit menjadi sosok seperti Umar bin Abdul Aziz yang hidup dalam fasilitas negara namun sekalipun tak pernah menyentuhnya untuk keperluan pribadi, bahkan dalam kisahnya di katakan tatkala orang bertamu ia akan bertanya, apakah pembicaraan ini membahas masalah negara atau keluarga? Jika orang yang ditanya menjawab keluarga, seketika lampu di ruang kerjanya dipadamkan karena lampu itu dibiayai oleh negara.

Sabar itu sangat berat, makanya tidak heran mengapa balasannya surga, jika persoalannya mudah wajar saja hadiahnya kipas angin. Hehehe...

3.      Bersabar tatkala dilanda musibah

Mungkin bagian ini yang paling ringan jika dibandingkan dengan dua macam sabar sebelumnya, karena bisa dikatakan hal ini jarang terjadi, tidak seperti sabar dalam ketaatan dan sabar dari  maksiat yang telah dibahas sebelumnya adalah dua hal yang selalu kita hadapi setiap harinya.

Musibah dalam hidup dapat berupa bencana alam, meninggalnya keluarga dan sahabat, terserang wabah penyakit, dan masih banyak lainnya. Seperti dalam kutipan firman Allah di atas, permasalahan yang menyebabkan orang kehilangan kesabaran adalah kelaparan, rasa takut, kemiskinan, kepergian orang yang dicintai sampai gagal panen yang membuat para petani merugi.

Bahkan tidak jarang orang memilih tindakan yang dilarang agama sebagai jalan keluarnya. Apalagi di masa sekarang banyak kita dengar orang melelang agama hanya karena sesuap nasi, membuang kehormatan hanya demi uang, menjatuhkan sesama karena jabatan, dan menindas saudara hanya karena wanita. 

Karenanya marilah kita senantiasa mengingat kembali dunia hanya sementara, dunia adalah ladang beramal dan akhirat adalah rumah kita yang abadi.

الدُّنْيَا دَارُ الْعَمَلِ لَا جَزَاءَ فِيْهِ، وَ الْأَخِرَةُ دَارُ الْجَزَاءِ لَا عَمِلَ فِيْهِ

“Dunia adalah ladang beramal, tidak ada balasan di dalamnya. Dan Akhirat adalah tempat menerima balasan, tidak ada orang beramal di dalamnya”.

Semoga dengan mengetahui 3 macam sabar tadi bisa menjadi rem kita agar tidak terjerumus dalam lembah dosa.

 

Rabu, 22 September 2021

Galau? Santai saja, sebentar lagi bahagia karena ADA BAHAGIA DIBALIK GALAU

ADA BAHAGIA DIBALIK GALAU

            Siapa orang di dunia ini yang tidak pernah galau? Saya, Anda, mereka dan kita semua pasti pernah dilanda galau. Bahkan manusia pertama, Nabi Adam As. pernah dilanda galau selama 40 tahun gara-gara diusir dari surga dan terpisah dari sang kekasih, Siti Hawa.

Bukan hanya itu, makhluk terbaik di alam semesta, Nabi Muhammad Rasulullah juga pernah dilanda galau karena ditinggal istrinya, Khadijah. Belum saja jenazah istri Nabi dimakamkan malah datang kabar tentang pamannya tercinta, Abu Thalib yang tengah menghadapi sakratul maut. Dalam waktu yang hampir bersamaan Rasulullah ditinggal dua orang yang paling dicinta, yang selalu melindungi jalannya dakwah. Khadijah melindungi dakwah dengan segenap harta kekayaannya. Abu Thalib melindungi dengan seluruh tenaga, kekuatan, dan kedudukannya di hadapan orang Quraisy.

Pada masa-masa galau berat yang Rasulullah rasakan, Allah menghiburnya dengan membawa sang Nabi rekreasi ke langit untuk berjumpa dengan para Nabi terdahulu, melihat isi surga dan neraka, dan bagian paling inti yaitu bertemu dengan sang pencipta, Allah swt.

Kalau manusia pertama dan makhluk yang paling mulia saja pernah galau apalagi kita manusia biasa, cucu Nabi saja bukan. Namun bukan berarti rasa galau akan menjadikan kita terus murung dan bersedih. Jadikan galau sebagai batu loncatan untuk maju dan membangun semangat baru. Yakinlah, di setiap kesedihan pasti ada kebahagiaan. Dan di setiap penderitaan pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya.

Saya teringat dengan seorang sahabat di pesantren, sebut saja namanya Ali. Ali adalah santri kelas akhir yang akan lulus beberapa bulan lagi, dan sebentar lagi Ali ingin melamar seorang santriwati cantik bernama Lia. Keduanya berencana merayakan pernikahan selepas wisuda nanti, namun apalah daya Tuhan berkata lain, mereka tidak ditakdirkan bersama. Lia si gadis cantik jelita dijodohkan orang tuanya dengan lelaki lain yang notabene seorang pengusaha kaya-raya.

Download from instagram: wkz.haris.m

Tak lama kemudian Lia menikah dengan lelaki itu. Dalam kondisi terpuruknya Seorang Ustadz menyarankan Ali menikah dengan salah satu santriwati cerdas dan cantik yang bernama Zahra, dan katanya dia sudah siap dilamar. Tanpa berpikir panjang Ali menerima saran gurunya.

Singkat cerita Ali dan Zahra dikaruniai buah hati yang tampan dan lucu. Di sisi lain, Lia sampai saat ini belum juga dikaruniai buah hati, karena ia mengalami masalah di rahim sejak muda, tidak ada yang tahu kecuali setelah ia menikah.

Itulah hikmah yang timbul di balik galaunya Ali, ada skenario Tuhan yang begitu indah. Ada orang bijak mengatakan “Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan hanya apa yang kita inginkan”. Intinya Tuhan tahu apa yang terbaik bagi hambanya.

“Sering kali kita membenci sesuatu padahal itu amat baik bagi kita, dan sering kali kita menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagi kita. Allah maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”. (Q.S Al-Baqarah: 216)

Kenali gejala Burnout atau kelelahan mental - kamu bukannya malas, kamu hanya lelah

BURNOUT (KELELAHAN MENTAL)

 Jika dulunya kamu adalah orang yang penuh semangat, hidup dengan seribu motivasi, berjalan dengan target serta planning yang jelas dan terarah.

Namun akhir-akhir ini kamu jadi pribadi yang lebih senang rebahan, mageran, sedikit-dikit tidur, sebentar-bentar main hp, dan merasa diri sangat lelah setelah beraktifitas.

Apakah itu tandanya sekarang kamu menjadi seorang pemalas?

Tidak!!!

Itu adalah gejal "Burnout".

Lalu apa itu burnout?

Burnout adalah masalah kejiwaan yang berkaitan dengan mental, atau bisa dikatakan kelelahan mental. Hal ini biasa terjadi karena kamu sudah mencapai target yang diharapkan atau sudah merasakan sesuatu yang kamu impi-impikan atau kamu sudah meraih semua cita-citamu. Sehingga hari ini kamu merasa begitu lelah dengan segala perjuangan yang telah kamu lakukan.

Terkadang burnout juga terjadi karena target, impian, dan cita-citamu kandas di tengah jalan sehingga memaksmu untuk berhenti dan menyerah dengan keadaan. Atau juga karena ekspektasi yang terlampau tinggi pada hasil yang akan kamu capai sehingga pengorbanan yang kamu lakukan tidak sebanding dengan hasil yang kamu dapatkan. Semua permasalahan itu bisa saja menyeret kamu ke dalam kondisi burnout.

Lalu apa bedanya burnout dengan pemalas?

Pemalas tidak memiliki cita-cita yang tinggi, motivasi yang kuat, dan tidak ada planning yang jelas dalam hidup. Mereka lebih memilih pasrah pada keadaan tanpa melakukan sedikit pun usaha. Jika miskin mereka enggan berusaha, jika bodoh mereka enggan belajar dan jika hidup sengsara mereka enggan merubah alur kehidupan.

Sedangkan orang yang sedang burnout (kelelahan mental) adalah orang yang dulunya hidup dengan penuh semangat, motivasi, cita-cita yang tinggi dan tentunya memiliki planning yang jelas. Namun karena begitu banyak pengorbanan dan usaha yang dilakukan sehingga ia begitu lelah dan letih sampai akhirnya jatuh dan terhenti.

Jadi segeralah bangkit, kamu bukan pemalas kamu hanya lelah. Jangan biarkan masalah ini terus berlarut-larut dalam dirimu, jangan biarkan dirimu yang kuat kalah hanya dengan rasa lelah. Karena semakin lama kamu berhenti hal itu bisa menjadi habbit yang buruk dan bahkan mengancam indahnya masa depanmu. Atur kembali waktu kerjamu, rencanakan kembali segala aktivitas hebatmu dan jangan lupa sisakan waktu untuk istirahat.

Thanks for reading