Tangan-tangan Ghaib
Manusia di zaman ini sudah semakin jauh dari tuntunan agama dan semakin lalai mengingat Tuhan, kebiasaan buruk ini semakin menjamur dalam kehidupan manusia modern yang semakin sibuk dengan urusan dunia. Manusia giat bekerja siang dan malam banting tulang kesana kemari. Mereka yakin kerja kerasnya akan membawa kebahagiaan dalam kehidupan. Bekerja keras itu memang anjuran agama, namun yang menjadi letak kekeliruannya, mereka melupakan Tuhan.
Nabi Muhammad saw pernah mewasiatkan, "Mu'min yang kuat lebih baik dan lebih Allah cintai ketimbang mu'min yang lemah". (HR. Muslim)
Kata lemah di sini
mencakup lemah harta -malas bekerja-, lemah ilmu -malas belajar-, dan lemah
iman -mudah terombang ambing hasrat dunia-. Bekerja keras adalah anjuran agama,
tapi jangan sampai kita melupakan sang maha pemberi rizki. Apapun yang kita
dapatkan bukan semata-mata karena jerih payah kita sendiri.
Bukankah kita meyakini semua cita-cita, harapan dan takdir kita telah digoreskan dalam
garis-garis yang tertulis di telapak tangan. Dengan membaca
dan memahami simbol yang terdapat dalam garis telapak tangan itu kita bisa
mengetahui bagaimana gambaran takdir dalam diri kita. Coba kepalkan tangan anda! Tidak semua garis itu bisa
anda genggam,
itu menandakan ada tangan-tangan ghaib yang membantu kita dalam proses meraih semua cita-cita dan harapan. Tang-tangan ghaib itu adalah pertolongan dari sang maha
kuasa, Ia akan membukakan jalan dan mengirimkan orang-orang yang membantu kita
meraih mimpi.
| Picture by: Rizqon Alkhawarizmi |
Siapa yang tidak
kenal dengan Sandiaga Uno, pengusaha yang pernah mencalonkan diri sebagai wakil
presiden RI ini ternyata adalah
seorang miliarder. Majalah
Internasional menobatkannya sebagai orang kaya nomor 29 di Indonesia dengan
kekayaan mencapai Rp. 800 Miliar. Tapi jarang yang tahu Sandi sosok pria yang
religius. Ia merutinkan shalat tahajjud, shalat dhuha, serta puasa
Dawud selama bertahun-tahun.
Anda tahu Purdi E.
Chandra? Dia adalah pendiri LBB Prima Gama. Dalam suatu seminar 'Cara
Gila Jadi Pengusaha', Purdi sempat ditanya salah satu peserta seminar
tentang menyikapi kegagalan berwira usaha. Jawabannya bikin saya kaget.
"Sebenarnya nggak ada itu gagal dalam usaha. Kalau kita gagal, biasanya
itu karena kurang sedekah". 😁
Anda pasti tidak
asing dengan Stephan R. Covey, penulis buku 7 Habits dan The 8
Habits. Tapi jarang yang
tahu ternyata Covey dan keluarganya adalah para pejuang gereja yang tangguh.
Bahkan karena keseriusannya ia digelari 'Misionaris Elang Botak'.
Ada begitu banyak
orang yang meraih sukses dalam hidup ternyata adalah para penganut agama yang taat. Tuhan tidak hanya memberikan kecukupan harta, tapi
juga ketentraman jiwa. Memiliki harta melimpah ruah namun tidak disandingkan
dengan ketentraman jiwa, hanya menjadi derita. Oleh karenanya jangan enggan
mendekatkan diri pada zat yang melimpahkan rezeki, jangan lalai melakukan
perintahnya. Bukan hanya melaksanakan yang wajib saja juga dilengkapi amalan
sunnah lainnya.
Mungkin anda mengenal Chester Bennington, vokalis band Linkin Park. Dalam sebuah berita dia
dikisahkan meninggal dunia karena gantung diri di kediamannya, padahal namanya berada di antara
deretan orang terkaya di dunia. Entah apa yang
menyebabkan musisi ini mengakhiri hidupnya dengan jalan tidak bermoral. Diceritakan
juga ia mengalami stres berat dalam hidup.
Sebagai orang
beriman, mari kita senantiasa mengingat Tuhan dalam setiap langkah dan tujuan.
Sekuat apapun kita berusaha jika tanpa pertolongannya kita tidak ada apa-apanya
di muka bumi. Semoga kita termasuk orang yang senantiasa ingat kepadanya,
istiqomah melaksanakan perintahnya dan tekun mengabdi kepadanya. Amiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar