MACAM-MACAM SABAR
وَ لَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْئٍ مِنَ الْخَوْفِ وَ
الْجُوْعِ وَ نَقْسٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَ الْأَنْفُسِ وَ السَّمَرَاتِ وَ بَشِّرِ
الصَّابِرِيْنَ
Artinya:
“Dan sungguh kami akan memberikanmu cobaan berupa
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, hilangnya jiwa, dan kurangnya
buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira bagi orang yang sabar”. (Q.S. Al-Baqarah: 155)
Dalam kutipan
firman di atas, Allah menyebutkan ada berita gembira bagi mereka yang sabar,
sebagai tanda adanya balasan bagi mereka yang sabar baik di dunia lebih-lebih
di akhirat kelak.
Sabar adalah
kata yang mudah di ucapkan akan tetapi sangat berat dalam pelaksanaannya.
Sering sekali kita menasihati kata sabar pada orang lain yang sedang di timpa
musibah namun sering kali malah kita yang tidak mampu bersabar tatkala di
posisi mereka.
Perlu
diketahui, sabar bukan saja berlaku ketika ditimpa musibah saja, sabar memiliki
implikasi yang luas. Karena itu sebagian ulama mengklasifikasi sabar menjadi 3
macam.
1.
Sabar dalam ketaatan
Selalu sabar dalam ketaatan bisa berupa sabar saat ibadah, sabar dalam menuntut ilmu, sabar dalam bekerja, dan sabar dalam menjalankan segala perintah Allah.
![]() |
| Download from Facebook: Boril |
Dalam sebuah Israiliyat (dongeng Bani Israil), dikishkan ada seorang ahli ibadah yang bernama Barshisho, saking tekunnya ibadah ia mendapatkan kemuliaan bisa berjalan di atas awan. Namun pada suatu hari terbesit dalam hatinya ingin melakukan dosa karena ia merasa sudah sangat banyak ibadah yang dikerjakan sampai-sampai merasa bosan dan sesekali ingin mencoba melakukan maksiat.
Hingga pada suatu hari ia didatangi seorang
pengelana dengan pakaian rapi dan memukau, orang itu meminta izin tinggal
beberapa hari di rumah Barshisho sebelum melanjutkan perjalanan. Singkatnya
Barshisho mengizinkan, dan dilihatnya sang tamu terus-terusan ibadah tanpa
henti. Pagi, siang, sore, dan malam pekerjaan tamu itu hanya ibadah, Barshisho
pun terkagum-kagum lalu memberanikan diri bertanya.
“Apa motivasi kamu beribadah sekhusyuk ini?”
Tanya barshisho
“Aku bisa seperti karena teringat
kesalahan-kesalahan yang pernah aku lakukan di masa lalu”. Jawab si pengelana
“Lalu kesalahan apa yang pernah Kamu lakukan?”
“Dulu Aku pernah berzina, apa kamu pernah
melakukan kesalahan besar seperti itu”
“Tidak” Jawab Barshisho seraya mengangguk.
“Pantas saja ibadahmu biasa saja”
“Tapi mustahil aku bisa melakukan itu, sejauh
ini aku tidak pernah mengenal wanita”
“Kalau begitu cobalah kamu membunuh orang”
“Tidak mungkin juga, karena aku bukanlah
lelaki perkasa”
“Kalau begitu cobalah kamu mabuk”
Barshisho berpikir sejenak, lalu mengatakan “Rasanya ini lebih mudah”.
Kemudian mereka berdua datang ke sebuah tempat hiburan untuk membeli sebotol anggur. Tak lama kemudian Barshisho mabuk sampai tak terkendali, dia melihat pelayan wanita yang berada di tempat itu, seketika timbul hasrat birahi di dalam hatinya. Ia pun memperkosa wanita itu, dan karena khawatir perbuatannya diketahui orang lain akhirnya ia juga membunuhnya.
Begitulah akhir dari orang yang tidak sabar beribadah kepada Allah. Seharusnya kita tetap sabar apa pun bentuk godaannya. Cerita itu menggambarkan mereka yang terkenal saleh namun masih tidak sabar dalam ketaatan, lalu bagaimana dengan kita yang ibadahnya masih pengekor, akhlaknya masih kotor dan imannya masih kendor.
2.
Sabar dari maksiat
Berarti tidak tergiur melakukan dosa tatkala sendiri maupun saat bersama orang lain, saat sempit maupun saat ada kesempatan. Sabar tidak korupsi, sabar tidak berlaku zalim, sabar tidak melakukan kecurangan, sabar tidak melakukan zina, sabar tidak memakan dan meminum barang yang haram, dan sabar tidak melanggar segala larangan Allah.
Di masa sekarang ini, banyak sekali orang yang kita saksikan sebagai orang baik, saleh, dan taat beragama malah ditemukan melakukan penyelewengan. Itu bisa saja terjadi, bahkan bagi orang yang tidak terbesit keinginan dalam hatinya melakukan kejahatan, namun rasa itu bisa saja tiba-tiba hadir karena adanya kesempatan.
Amat berat menghindari diri dari zina jika sudah disediakan wanita di depan mata, amat berat bagi kita menghindar dari korupsi bila milyaran uang sudah dalam genggaman. Sulit sekali kita menjadi seperti Nabi Yusuf yang tetap tegar dan terhindar dari dosa tatkala Zulaiha menggoda, padahal Zulaiha adalah wanita cantik jelita apalagi di tempat itu hanya ada mereka berdua.
Amat sulit menjadi sosok seperti Umar bin Abdul Aziz yang hidup dalam fasilitas negara namun sekalipun tak pernah menyentuhnya untuk keperluan pribadi, bahkan dalam kisahnya di katakan tatkala orang bertamu ia akan bertanya, apakah pembicaraan ini membahas masalah negara atau keluarga? Jika orang yang ditanya menjawab keluarga, seketika lampu di ruang kerjanya dipadamkan karena lampu itu dibiayai oleh negara.
Sabar itu sangat berat, makanya tidak heran mengapa balasannya surga, jika persoalannya mudah wajar saja hadiahnya kipas angin. Hehehe...
3.
Bersabar tatkala dilanda musibah
Mungkin bagian ini yang paling ringan jika dibandingkan dengan dua macam sabar sebelumnya, karena bisa dikatakan hal ini jarang terjadi, tidak seperti sabar dalam ketaatan dan sabar dari maksiat yang telah dibahas sebelumnya adalah dua hal yang selalu kita hadapi setiap harinya.
Musibah dalam hidup dapat berupa bencana alam, meninggalnya keluarga dan sahabat, terserang wabah penyakit, dan masih banyak lainnya. Seperti dalam kutipan firman Allah di atas, permasalahan yang menyebabkan orang kehilangan kesabaran adalah kelaparan, rasa takut, kemiskinan, kepergian orang yang dicintai sampai gagal panen yang membuat para petani merugi.
Bahkan tidak jarang orang memilih tindakan yang dilarang agama sebagai jalan keluarnya. Apalagi di masa sekarang banyak kita dengar orang melelang agama hanya karena sesuap nasi, membuang kehormatan hanya demi uang, menjatuhkan sesama karena jabatan, dan menindas saudara hanya karena wanita.
Karenanya marilah kita senantiasa mengingat kembali dunia
hanya sementara, dunia adalah ladang beramal dan akhirat adalah rumah kita yang
abadi.
الدُّنْيَا دَارُ الْعَمَلِ لَا جَزَاءَ فِيْهِ،
وَ الْأَخِرَةُ دَارُ الْجَزَاءِ لَا عَمِلَ فِيْهِ
“Dunia
adalah ladang beramal, tidak ada balasan di dalamnya. Dan Akhirat adalah tempat
menerima balasan, tidak ada orang beramal di dalamnya”.
Semoga dengan mengetahui 3 macam sabar tadi bisa menjadi
rem kita agar tidak terjerumus dalam lembah dosa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar