Selasa, 07 September 2021

Jangan Sampai Malas dan Rajinmu Tak Ada bedanya

Jangan Sampai Malas dan Rajinmu Tak Ada bedanya


Kepribadian dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah lewat buku”. (Ngainun Naim)

Mereka yang rajin membaca tentu sangat berbeda dengan yang tidak pernah membaca. Perbedaan secara fisik  memang tidak tampak, namun secara perlahan mempengaruhi pikiran sadar dan alam bawah sadar.

Pembaca Sejati bermodal keluasan pikirannya mampu memandang dunia dari berbagai perspektif berbeda yang tidak pernah dipikirkan mereka yang tidak pernah membaca. Dengan keluasan pikiran yang dimiliki membuka peluang besar bagi mereka untuk meraih kesuksesan.

Hal ini sangat singkron dengan statemen pengarang kitab Ta’limul Muta’allim Imam Az-Zarnuzi yang mengatakan:

“Ilmu menjadi perantara meraih ketaqwaan”. (Ta’limul Muta’allim)

Bagaiamana mungkin seorang insan bisa meraih predikat taqwa jika dia tidak tahu cara menggapainya. Sebaliknya Mereka yang memiliki ilmu berpeluang besar meraih predikat taqwa sebab mereka tahu langkah-langkah meraih predikat taqwa. Seperti orang yang tidak tahu cara shalat tentu tidak akan pernah melakukan shalat, sebaliknya orang yang pernah belajar cara shalat memiliki peluang melaksanakan shalat.

Bahkan dalam pandangan Islam mereka yang banyak membaca diberi penghargaan spesial oleh Tuhan. Sebagaimana firmannya dalam Al-qu’ran yang artinya:

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang–orang yang diberi ilmu beberapa derajat”. (QS. Al-Mujadilah:11)

Tidak sampai disana, kita juga sering mendengar ungkapan para kiyai dan ustadz yang mengatakan:

Setan lebih takut mendekati orang cerdas yang sedang tidur ketimbang orang bodoh yang sedang beribadah.”

Begitulah istimewanya mereka yang memiliki ilmu, sampai-sampai Nabi Muhammad saw. juga menegaskan dalam sabdanya:

“Orang yang melangkahkan kakinya menuntut ilmu, pasti Allah mempermudah baginya jalan menuju syurga.” (HR. Abu Dawud dari Abu Darda’)

Firman Allah itu terbukti dalam kehidupan sehari-hari. Betapa banyak mereka yang bekerja banting tulang serta mengandalkan otot malah mendapat penghasilan tidak sesuai dengan kelelahannya. Kemudian kita melihat mereka yang hanya berbaring di atas sofa dengan segudang ilmunya bisa mendapat penghasilan melimpah-ruah.

Mengapa bisa demikian?

Itulah kelebihan ilmu. Allah akan mengistiwewakan setiap orang  yang memiliki pengetahuan tanpa memandang rupa dan warna kulit.

“Kutu buku bukan kuper kutu buku adalah calon super” (Ahmad Rifai Rifan).

Hari ini anda rajin membaca, siap-siap anda akan menjadi orang hebat. Dan jika hari ini anda seorang penuntut ilmu, selamat! Tiket surga telah menanti. Masih tidak percaya? Yasudah, mati saja duluan, ntar juga liat sendiri buktinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar