Pembelajar Sejati
“Bagi penggemar memancing, berjam-jam duduk menjadi tidak terasa. Mereka melakukan itu karena tumbuhnya rasa senang terhadap aktifitas memancing. Demikian juga dengan akifitas lainnya. Segala hal yang di lakukan dengan landasan kecintaan akan membuat orang begitu terdorong untuk melakukannya. Seolah ada yang kurang atau hilang jika tidak mengerjakannya”. (Ngainun Naim)
Sejauh ini, bagaimana perasaan anda saat
membuka buku? apakah merasa berat dan menganggapnya sebagai beban, atau menganggapnya
sebagai kewajiban? Sehingga kamu melakuannya dengan terpaksa.
Mahasiswa sangat identik dengan dunia membaca, mereka harus membuka berbagai buku setiap harinya, untuk sekedar menambah wawasan atau mencari beragam referensi demi menuntaskan tugas-tugas di kampus. Akhirnya mereka menganggap membaca sebagai suatu beban yang harus segera dilakukan.
Ada beberapa orang juga menganggap membaca sebagai kewajiban, golongan yang satu ini masih lebih mending ketimbang menjadikan membaca sebagai beban, mungkin mereka sadar perintah pertama yang Allah turunkan pada Nabi Muhammad saw. adalah perintah membaca -IQRA’-. Rasulullah menguatkan dalam sabdanya:
“Menuntut ilmu (membaca) adalah kewajiban setiap orang beriman”.
Imam Syafi’i juga mengatakan:
“Tidak ada pekerjaan yang paling wajib dikerjakan setelah shalat lima waktu selain menuntut ilmu (membaca)".
Jika telah tertanam dalam benak jika membaca adalah kewajiban, selanjutnya mari beranjak menuju tahapan yang lebih baik yaitu menganggap membaca sebagai suatu kebutuhan. Ketika membaca sudah menjadi kebutuhan, rasa-rasanya seperti ada yang kurang jika kamu belum melakukannya. Ibarat makan sehari-hari yang selalu kita lakukan tatkala lapar, seperti ada yang kurang dalam hidup jika kita belum melakukannya.
Sebenarnya membaca sangat diperlukan dalam kehidupan dan juga sebagai pengabdian kepada Tuhan karena membaca adalah ibadah, membaca juga sebagai aktifitas meningkatkan kualitas diri yang ditandai bertambahnya wawasan tentang dunia, bertambahnya ilmu pengetahuan bahkan menjadi gambaran bagaimana kita memandang kehidupan. Selain itu membaca juga adalah makanan bagi hati, hati yang yang tidak pernah diberikan asupan nutrisi dengan membaca lambat laun akan kehilangan fungsinya. Sehingga mereka yang tidak pernah memberi hatinya nutrisi akan jauh dari ketenangan dan ketentraman jiwa, hidupnya akan terus terasa gundah dan merana.
Di era modern ini hampir semua kalangan memiliki hand phone (hp), mulai dari kaum melarat sampai konglomerat, anak-anak sampai orang tua, mereka semua memiliki hand phone dalam genggaman. Pergi kemanapun mereka selalu membawanya, rasa-rasanya ada yang kurang bila hp sampai tertinggal di rumah, kita rela kembali mengambilnya meski telah berjalan cukup jauh. Karena sekarang hp bukan dijadikan kebutuhan sampingan melainkan kebutuhan pokok yang keberadaannya harus ada di sisi kita setiap saat.
![]() |
| (Perpustakaan Daerah Kabupaten Lombok Timur) |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar