Jumat, 10 September 2021

Cara jitu agar hoby membaca buku

 Pembelajar Sejati

“Bagi penggemar memancing, berjam-jam duduk menjadi tidak terasa. Mereka melakukan itu karena tumbuhnya rasa senang terhadap aktifitas memancing. Demikian juga dengan akifitas lainnya. Segala hal yang di lakukan dengan landasan kecintaan akan membuat orang begitu terdorong untuk melakukannya. Seolah ada yang kurang atau hilang jika tidak mengerjakannya”. (Ngainun Naim)

Sejauh ini, bagaimana perasaan anda saat membuka buku? apakah merasa berat dan menganggapnya sebagai beban, atau menganggapnya sebagai kewajiban? Sehingga kamu melakuannya dengan terpaksa.

Mahasiswa sangat identik dengan dunia membaca, mereka harus membuka berbagai buku setiap harinya, untuk sekedar menambah wawasan atau mencari beragam referensi demi menuntaskan tugas-tugas di kampus. Akhirnya mereka menganggap membaca sebagai suatu beban yang harus segera dilakukan.

Ada beberapa orang juga menganggap membaca sebagai kewajiban, golongan yang satu ini masih lebih mending ketimbang menjadikan membaca sebagai beban, mungkin mereka sadar perintah pertama yang Allah turunkan pada Nabi Muhammad saw. adalah perintah membaca -IQRA’-. Rasulullah menguatkan dalam sabdanya:

“Menuntut ilmu (membaca)  adalah kewajiban setiap orang beriman”.

Imam Syafi’i juga mengatakan:

“Tidak ada pekerjaan yang paling wajib dikerjakan setelah shalat lima waktu selain menuntut ilmu (membaca)".

Jika telah tertanam dalam benak jika membaca adalah kewajiban, selanjutnya mari beranjak menuju tahapan yang lebih baik yaitu menganggap membaca sebagai suatu kebutuhan. Ketika membaca sudah menjadi kebutuhan, rasa-rasanya seperti ada yang kurang jika kamu belum melakukannya. Ibarat makan sehari-hari yang selalu kita lakukan tatkala lapar, seperti ada yang kurang dalam hidup jika kita belum melakukannya.

Sebenarnya membaca sangat diperlukan dalam kehidupan dan juga sebagai pengabdian kepada Tuhan karena membaca adalah ibadah, membaca juga sebagai aktifitas meningkatkan kualitas diri yang ditandai bertambahnya wawasan tentang dunia, bertambahnya ilmu pengetahuan bahkan menjadi gambaran bagaimana kita memandang kehidupan. Selain itu membaca juga adalah makanan bagi hati, hati yang yang tidak pernah diberikan asupan nutrisi dengan membaca lambat laun akan kehilangan fungsinya. Sehingga mereka yang tidak pernah memberi hatinya nutrisi akan jauh dari ketenangan dan ketentraman jiwa, hidupnya akan terus terasa gundah dan merana.

Di era modern ini hampir semua kalangan memiliki hand phone (hp), mulai dari kaum melarat sampai konglomerat, anak-anak sampai orang tua, mereka semua memiliki hand phone dalam genggaman. Pergi kemanapun mereka selalu membawanya, rasa-rasanya ada yang kurang bila hp sampai tertinggal di rumah, kita rela kembali mengambilnya meski telah berjalan cukup jauh. Karena sekarang hp bukan dijadikan kebutuhan sampingan melainkan kebutuhan pokok  yang keberadaannya harus ada di sisi kita setiap saat.

(Perpustakaan Daerah Kabupaten Lombok Timur)
Sebagaimana hand phone yang naik tingkat dari kebutuhan sekunder (sampingan) menjadi kebutuhan premier (pokok), yang dulunya hanya digunakan orang-orang dengan profesi tertentu saja tapi kini seolah menjadi kebutuhan pokok yang diperlukan semua orang. Sekarang bisakah kita menjadikan membaca sebagai kebutuhan pokok layaknya hp, bukan menjadikan sebagai kewajiban semata apalagi menjadi beban.

Langkah awal yang bisa dilakukan untuk menjadikan membaca menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan, yaitu dengan selalu membawa buku kemana saja kamu melangkah, jangan sampai kamu bepergian dengan tangan kosong dari buku. Awalnya sekedar membawa namun lama-kelamaan kamu akan tertantang membukanya. Saat baru mulai membaca mungkin timbul rasa bosan dan jenuh dilembar-lembar awal, namun cobalah paksakan diri menambah lembar demi lembar. Semakin jauh lembaran yang kamu baca pasti akan terasa semakin nikmat, semakin kita menambah akan semakin terasa seru pembahasan yang disajikan penulis dalam bukunya. Makanya dalam berbagai buku motivasi, buku bacaan yang biasanya dianjurkan adalah buku-buku ringan seperti novel, cerpen dan buku-buku motivasi pembangkit semangat.

Langkah kedua, jika sewaktu-waktu kamu lupa membawa buku, kamu bisa memanfaatkan hp. Isilah hp dengan hal-hal bermanfaat seperti buku elektronik, pdf atau dengan membuka artikel di internet. Jadi sudah tidak ada lagi alasan mengisi free time tanpa membaca.

“Bang saya kalo baca buku lewat hp nggak bisa konsen, mata jadi perih sama kata dokter terlalu lama melihat layar hp bisa buat mata jadi rabun”.  Misalnya ada yang nyeloteh dengan alasan semajam itu jawab aja bilang “Bang, saya lihat ente chattingan bisa senyam-senyum sampe sejam dua jam sekali duduk nggak pernah dipermasalahin pas diajak membaca ada aja alasannya, heheh”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar