JADIKAN ILMU-MU ABADI
Ketika
SMP saya kagum dengan seorang ilmuan yang hari-harinya diisi dengan meneliti,
hasil penelitiannya dimanfaatkan untuk memudahkan segala urusan umat manusia.
Saya juga pernah berpikir
betapa mulianya menjadi seorang ustadz yang ucapan dan tingkah lakunya dipatuhi
dan ditiru. Dan betapa hebatnya menjadi seorang penulis yang karyanya bisa
dibaca seluruh dunia, yang ilmunya mengalir dan terwarisi.
Habiburrahman
El-Shirazi misalnya, novelis lulusan Universitas Al-Azhar ini memiliki bergam
karya tulis yang dibaca dan diakui di berbagai negara. Bukan hanya dalam bahasa
Indonesia, karyanya juga diterjemah dalam bahasa asing. Betapa bahagianya
ketika nasihat yang kita hasilkan mampu merubah orang lain, dan betapa
berharganya hidup ini ketika motivasi yang kita tulis melejitkan semangat
mereka untuk bangkit dan berjuang.
Di
dunia ini banyak sekali kisah inspiratif mereka yang berubah karena membaca,
Edward Bok salah satunya, pria yang dulunya hanya seorang pembersih jendela
pada perusahaan swasta bisa mentransformasi hidupnya menjadi lebih baik setelah
membaca Ensiklopedi Biografi Amerika. Buku itu dibelinya dengan penuh jerih
payah, ia menyisihkan uang makan siang agar
bisa membelinya. Alhasil, ia menjadi penulis biografi terkemuka di Amerika, rasa
penasarannya timbul setelah membaca Ensiklopedi itu. Bukan sampai di sana, ia
menyurati setiap orang yang namanya tecantum dalam buku itu, karena kesungguhan dan
keberaniannya satu persatu pembesar negara yang ia surati mengundangnya datang berkunjung. Keren bukan?
![]() |
| Download from facebook: Boril |
Petuah
klasik mengatakan “satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu
telunjuk (tulisan) mampu menembus ribuan kepala”. Seorang tentara hanya mampu
mengenai satu sasaran dalam sekali tembakan, namun seorang penulis sekali
menerbitkan buku bisa dibaca seluruh dunia. Hanya dengan menulis, ide yang kita
miliki akan abadi. Bukankah kitab klasik yang kita baca hari ini ditulis
ratusan tahun lalu? Benar, maka menulislah agar ilmumu menjadi abadi. Mereka boleh saja
meninggal namun ide dan pemikiran mereka hidup dan abadi sepanjang masa, dibaca
dan diamalkan dalam sendi-sendi kehidupan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar