Sabtu, 18 September 2021

Tindakan sepele agar ilmu kamu abadi

 JADIKAN ILMU-MU ABADI

    Ketika SMP saya kagum dengan seorang ilmuan yang hari-harinya diisi dengan meneliti, hasil penelitiannya dimanfaatkan untuk memudahkan segala urusan umat manusia. Saya juga pernah berpikir betapa mulianya menjadi seorang ustadz yang ucapan dan tingkah lakunya dipatuhi dan ditiru. Dan betapa hebatnya menjadi seorang penulis yang karyanya bisa dibaca seluruh dunia, yang ilmunya mengalir dan terwarisi.

Habiburrahman El-Shirazi misalnya, novelis lulusan Universitas Al-Azhar ini memiliki bergam karya tulis yang dibaca dan diakui di berbagai negara. Bukan hanya dalam bahasa Indonesia, karyanya juga diterjemah dalam bahasa asing. Betapa bahagianya ketika nasihat yang kita hasilkan mampu merubah orang lain, dan betapa berharganya hidup ini ketika motivasi yang kita tulis melejitkan semangat mereka untuk bangkit dan berjuang.

Di dunia ini banyak sekali kisah inspiratif mereka yang berubah karena membaca, Edward Bok salah satunya, pria yang dulunya hanya seorang pembersih jendela pada perusahaan swasta bisa mentransformasi hidupnya menjadi lebih baik setelah membaca Ensiklopedi Biografi Amerika. Buku itu dibelinya dengan penuh jerih payah, ia menyisihkan uang makan siang agar bisa membelinya. Alhasil, ia menjadi penulis biografi terkemuka di Amerika, rasa penasarannya timbul setelah membaca Ensiklopedi itu. Bukan sampai di sana, ia menyurati setiap orang yang namanya tecantum dalam buku itu, karena kesungguhan dan keberaniannya satu persatu pembesar negara yang ia surati mengundangnya datang berkunjung. Keren bukan?

Download from facebook: Boril

Petuah klasik mengatakan “satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu telunjuk (tulisan) mampu menembus ribuan kepala”. Seorang tentara hanya mampu mengenai satu sasaran dalam sekali tembakan, namun seorang penulis sekali menerbitkan buku bisa dibaca seluruh dunia. Hanya dengan menulis, ide yang kita miliki akan abadi. Bukankah kitab klasik yang kita baca hari ini ditulis ratusan tahun lalu? Benar, maka menulislah agar ilmumu menjadi abadi. Mereka boleh saja meninggal namun ide dan pemikiran mereka hidup dan abadi sepanjang masa, dibaca dan diamalkan dalam sendi-sendi kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar